//
you're reading...
Pendidikan

4 Trik Meningkatkan Kemampuan Belajar Siswa

Bagi beberapa siswa, belajar merupakan suatu hal yang tidak menarik. Oleh karena itu di awal tahun ajaran ini saya mempunyai 4 trik untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Apakah penting ? tentu saja karena ini berhubungan secara langsung dengan kelangsungan minat belajar siswa itu sendiri.  Berikut ini 4 trik tersebut :

#1. Buatlah jadwal kegiatan .

Jadwal kegiatan yang dimaksud adalah jadwal antara yang dihabiskan di kelas dan setelah kegiatan di kelas serta di rumah. Oleh karena itu kita harus menciptakan jadwal yang tepat untuk anak. Penjadwalan memberikan keseimbangan antara belajar, bermain dan bersosialisasi ( menurut dunia anak-anak). Saat ini nbanyak anak-anak yang disorganisasi atau altivitasnya tidak terorganisasi.

#2. Latihlah anak untuk membuat tulisan pendek ( essay)

Dapat kita liha pada umumnya anak-anak sekarang tidak pandai merangkai kata untuk mebuat  sebuah kalimat bahkan cerita. Padahal dengan membuat tulisan akan memacu dan mengembangkan daya imajinasi mereka. Secara karakteristik mereka ( anak-anak ) adalah pemimpi. Dalam dunia mereka mimpi adalah suatu jiwa. Dapat dibayangkan peran yang mereka lakukan setiap hari hamper meniru atau sesuai dengan impian mereka. Ada yang jadi pemain sepak bola, dokter bahkan guru. Nah, dari sisi itulah kita kembangkan potensi mereka sesuai dengan taraf perkembangan mereka masing-masing.

# 3 – Mnemonik adalah teknik yang sangat tua, tetapi masih mempunyai efek positif yang cukup bagus. Mnemonik adalah mengingat dengan membuat imajinasi. Cara ini sangat bermanfaat dalam pelajaran IPA dan matematika. Mengapa begitu ? karena anak-anak sangat akrab dengan imajinasi dalam kehidupan mereka. Baik imajinasi peran maupun imajinasi kebendaan.

# 4 Mindmapping ( Pemetaan Pikiran ) adalah bentuk visual dari belajar yang mendorong siswa untuk menarik pikiran dan ide-ide di atas kertas sehingga mereka dapat ditinjau secara visual. Secara umum kita seperti membuat Peta Pikiran yang hamper mirip dengan pelajaran menggambar yang sering dilakukan anak-anak. Pada peta pikiran tersebut anak-anak dapat member warna atau gambar sesuai dengan kemampuan imajinasi masing-masing sehingga lebih menarik untuk dibaca atau dipelajari daripada belajar konvensional dengan membaca teks yang barurutandan panjang seperti ular. Sungguh membosankan jika anak-anak harus membaca buku tanpa penguatan sama sekali.

About these ads

Diskusi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: